Subscribe


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

My Money Machine

Paid Review Programs : PPC Lokal : Domain Development : CPA Programs : My Blog Hostings : My Payment Gateway : Text Links Ads Programs : Paid to Click :

Archives

Indonesia Menangis di pengh-Ujung Tahun

Longsor Twawangmangu

 

Bencana demi bencana kembali melanda ranah Indonesia, setelah beberapa hari yang lalu banjir terjadi dimana-mana termasuk Jakarta, kini giliran Tawangmangu yang terkenal dengan bunga Anthurium-nya menjadi sasaran bencana longsor, puluhan orang dan balita meninggal dunia dan kehilangan tempat tinggal.

 

Miris, sedih dan marah .. perasaan ini campur aduk, bila mengingat betapa serakahnya manusia. Laju deforestasi (penggundulan hutan) di Indonesia sudah tidak bisa terkendali lagi, berapa banyak kawasan hutan yang sudah di sulap menjadi ladang2 dan pemukiman penduduk.

 

Masih inget..dolo waktu kuliah sering naik gunung bersama temen2 dari Himapala STIE Perbanas (sekarang dibubarkan :( … keep fighting guys..), Mulai dari gunung Lawu di Magetan-Solo, Gunung Argopuro di Jember, Gunung Welirang di Malang sampe Gunung Semeru di Probolinggo-Malang. Kondisi hutan yang ada di sisi2 jalur pendakian jauhh berkurang dibandingkan waktu awal2 dolo. Banyak yang sudah terkonversi menjadi ladang penduduk.

 

Sudah menjadi rahasia umum sebenernya fungsi hutan kita sangat2 penting bagi kelestarian bumi ini. Mulai dari pencegahan banjir dan longsor hingga pencegahan keroposnya ozon bumi yang baru2 ini lagi dibicarakan di Bali.

 

Namun…sepertinya pejabat hingga rakyat Indonesia masih belum mau tahu akan hal itu, ijin HPH diduga sebagai biang keladi dari semua itu, namun bila kita telusuri lebih lanjut banyak dari kita, saudara kita, tetangga kita yang secara langsung maupun tidak langsung mendukung laju deforestasi tersebut.

 

Kita masih gengsi sehingga selalu menggunakan kayu sebagai bahan bangunan rumah. Apalagi kayu jati yang keberadaannya mayoritas ada di hutan. Mau tak mau selama masih ada permintaan akan kayu, maka akan selalu ada usaha untuk deforestasi hutan. Ingat…Indonesia adalah negara dengan tingkat deforestasi paling cepat di dunia, di Kalimantan saja tingkat deforestasi sudah pada tingkat kurang lebih 74%, padahal Indonesia di klaim sebagai salah satu negara yang menjadi paru-paru dunia, yang manjaga bumi ini layak untuk dihuni. miris sekali bukan…??

 

Klo liat di TV kita, sering kita menyaksikan usaha untuk menanami hutan kembali, seperti penanaman seribu pohon, gerakan kembali ke alam, dan sebagainya. Tapi kurasa itu hanyalah sekedar seremonial yang orang bakal lupa dalam sekejab tanpa tindak lanjut untuk menjadikan hutan kita kembali hijau.

 

So…what next…apa yang mesti kita lakukan…?? sangat sulit memang, dengan adanya kenyataan bahwa kesejahteraan rakyat masih rendah, pejabat yang korupsi, Polhut yang masih bisa disuap, manusia yang masih serakah dan kapitalis yang masih meraja lela. Akan sangat sulit untuk menjadikan hutan kita kembali hijau.

 

Semoga saja para pemimpin kita dan rakyat Indonesia segera sadar akan hal itu, bila A’a Gym bilang dengan semboyannya “mulai dari yang kecil, mulai dari diri kita dan mulai dari sekarang”, kita masih punya kesempatan itu, tapi gak bisa pungkiri bahwa peran regulator adalah sangat penting..regulasi sudah dibuat tapi klo tidak bisa dijalankan dan di kontrol ya sama aja bo’ong..

 

Alasan klise bahwa mental pejabat yang korupsi itu karena tingkat kesejahteraan yang kurang…itu cuma kamuflase untuk pembenaran diri aja, karena sifat manusia itu sendiri tidak akan pernah puas dan bersyukur akan apa yang sudah dimiliki dan didapatkan.

 

Jadi sebenernya masalah yang paling mendasar dari Indonesia adalah kemorosotan akhlak, dimana rasa malu, baik malu pada diri sendiri maupun rasa malu terhadap orang lain untuk melakukan kejahatan sudah semakin menipis. Akhirnya orang tidak lagi perduli akan orang lain, yang penting perut kenyang dan harta tidak habis tujuh turunan.

Bila sudah seperti ini, hanya satu yang bisa kita lakukan..mari kembali ke agama kita masing2, karena agama mengajarkan kita akhlak dan rasa malu. Seiring do’a semoga kita semua bisa sadar bahwa :

“Bila tetes air terakhir telah diminum, bila pohon terakhir telah ditebang dan bila ikan terakhir telah ditangkap, maka manusia akan sadar bahwa Ia tidak akan bisa memakan uang”

Save Our Earth..!!!

1 comment to Indonesia Menangis di pengh-Ujung Tahun

Time for Shopping

Wonderful Ads

Banner Ads

KQ5 Paypal
KQ5 Domain
Hostgator Affiliate
DualRack Affiliate
Smowtion