
Baru nyadar tadi malem jam 11.00 waktu liat sekilas berita tentang kenaikan BBM di AnTV. Mana belum sempat penuhin tanki motorku lagi..
Sebenernya sih gak begitu peduli walau BBM naik, tapi cuma mikir kasian saudara kita yang gak mampu, karena imbas dari kenaikan BBM pasti harga-harga barang dipastikan juga naik, karena biaya produksi, distribusi dan pengelolaan barang dagangan jadi naik.
Meskipun udah ada dana kompensasi BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari pemerintah, itu aku kira hanya akan menjadi angin lalu aja, istilahnya seperti debu tertiup angin saja bagi rakyat, karena yg namanya kompensasi BLT tidak akan bisa menahan laju kenaikan harga barang karena bottle neck-nya ada di biaya produksi, distribusi dan pengelolaan barang.
Ya … kita tahulah mana ada pengusaha yang mau rugi, karena pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, para pengusaha akan santai aja, BBM naik harga barang juga naik dan keuntungan masih tetep untuk pengusaha, So tetep aja efek domino-nya ada pada rakyat alias konsumen.
Yang bikin kita heran adalah kenaikan harga minyak dunia sebagai biang keladi kenaikan harga BBM ini, ya..denger2 sih karena posisi kita adalah net impor minyak artinya ekspor minyak kita masih dibawah nilai impor kita, sehingga jika harga minyak dunia naik, subsidi BBM yg diambil dari dana APBN juga ikut naik. Lalu kenapa nilai ekspor kita lebih kecil dari nilai ekspor itu yang jadi pertanyaan besar…
Khan seperti kita tahu, kita khan juga negara yang kaya minyak, tapi kenapa kita masih perlu impor minyak…?? heran khan.. jawabnya klo gak salah ya, karena minyak tersebut mayoritas dikelola oleh perusahaan asing seperti Exxon dsb. Akhirnya minyak dari bumi kita banyak yg dinikmati oleh orang asing daripada untuk kemakmuran rakyat.
Ya, sebagai rakyat…kita mah bisa pasrah…semoga langkah yang diambil pemerintah ini bener2 bisa menyelamatkan negara kita dari kebangkrutan. Tapi tetep … BBM naik …capek deh










tambah cape lagi sebentar lagi semua harga kebutuhan ikutan naik lagi (padahal dari kemaren udah naek duluan)
SALAM KENAL.
Dengan FRONT KOMUNITAS INDONESIA SATU (FKI-1), Ormas Independen. Untuk lebih mengetahui kegiatan dan AD/ART FKI-1 dapat dilihat di Website:http://www.apindonesia.com
Terima Kasih. Imas Nurhayani,SE
Sekretariat:Gd.Dewan Pers. Lt.5. Jl. Kebon Sirih No:32-34 Jakarta Pusat. Telp:0213503349, 3864167, 0818798586. Email:satufki@gmail.com.